Senin, 27 Agustus 2012

Gak Bakalan Sedih Lagi Gue


27 August, Monday.
08.46 PM WIB
Hmm...kalau difikir-fikir untuk apa ya terjebak dalam kesedihan. Terjebak???? Tidak salah? Sepertinya lebih pantas kata ‘menjebakkan diri’, yaaa...menjebakkan diri dalam kesedihan. Untuk apa aku berlarut-larut dalam kesedihan karena hal sepele, yang mungkin sangat dan teramat sangat sepele. Sungguh kerdilnya pemahaman di jiwa ini jika hanya karena hal itu kemuraman selalu mengisi hari-hari. Oh..bodohnya aku. Bodohnya aku beberapa hari ini..bodoh...bodoh... Ampuni atas kebodohanku ini Ya Allah.
Allah tidak menciptakan dunia tanpa ujian bagi manusia. Sebagaimana sifat ujian itu sendiri, terkadang Dia menguji manusia dengan kesenangan, terkadang dengan penderitaan dan kesedihan. Hanya orang-orang yang tak mampu menafsirkan pesan Tuhan lah yang  kemudian lalai bersyukur dengan adanya ujian kesenangan dan kemudian menjadi bersedih hati dan kehilangan harapan ketika diuji dengan penderitaan dan kesedihan. T.I.D.A.K. Aku tidak ingin berada di barisan orang-orang yang seperti itu, untuk apa aku punya agama dan tuntunan jika masalah kecil beberapa hari yang lalu jadi membuat gelap mata, gelap hati, dan mati rasa. Padahal Dia telah menjanjikan;
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS Al-Insyirah: 5-6).
“Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membincangkan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.” (QS Al-Mu'minun: 62)
Sebagaimana yang telah Dia janjikan, apa pun bentuk penderitaan yang dialami seseorang atau bagaimanapun situasi yang dihadapi, Dia pun akan menciptakan sebuah jalan keluar dan memberikan kemudahan. Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Adil, Dia pasti menjadikan kemudahan dalam segala sesuatu dan menguji manusia sesuai dengan batas-batas kekuatan mereka.
Aku yakin Ya Allah, ada kebaikan dan hikmah yang Kau siratkan dalam setiap peristiwa, apapun itu. Tak akan ada takdir yang Kau ciptakan sia-sia. Maafkan aku, aku tidak akan pernah lagi mengucapkan kata ‘seandainya....’, tidak akan lagi..... Maaf atas kata ‘seandainya...’ yang pernah terucap di lisan ini. Aku pun yakin segala sesuatu telah Kau tentukan baik dan buruknya, jika memang apa yang ku inginkan tidak baik untukku, beri lah kelapangan hati untuk menerima apa yang Kau berikan. Seperti  yang telah Kau firmankan, Ya Allah;
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 216)
“Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS An-Nisa': 19)
Kau memang tak selalu memberikan apa yang aku inginkan, tapi Kau selalu memberikan apa yang aku butuhkan. Kau lebih tau apa yang terbaik bagiku, lebih dari pengetahuan ku terhadap diriku sendiri, dan Allah lebih mencintaiku daripada kecintaanku terhadap diriku sendiri. Yah, percaya akan ketetapan dan ketentuan Allah, karena aku sangat yakin jauh sebelum aku sibuk mengukir harapan-harapan, Allah telah lebih dulu mempersiapkan semuanya, Allah telah menyiapkan semua hal yang akan kubutuhkan, Allah telah mendesain sedemikian rupa jalan kehidupan yang terbaik untuk setiap makhluk menurut pandangan-Nya. Akan aku tetapkan dalam hati, mulai detik ini akan ku ikrarkan untuk selalu berhusnudzan kepada-Mu Ya Allah, berhusnudzan terhadap semua rencana-rencana-Mu.
Mukmin yang kuat lebih Kau cintai daripada mukmin yang lemah, maka dari itu aku mohon kekuatan kepada-Mu Ya Allah, kekuatan akan fisikku, agar aku mampu menjalankan segala sesuatu kewajibanku terhadap-Mu, agar aku mampu menuntut ilmu agar dapat ku aplikasikan di kehidupanku kelak untuk meraih ridho-Mu, agar aku mampu berjalan menyusuri jalan-jalan menuju titik ilmu. Berilah pula aku jiwa dan hati yang kuat, kuat terhadap segala sesuatu yang Kau ujikan kepadaku dan kepada keluargaku, kuat dalam memerangi hawa nafsu ku, kuat dalam mempertahankan harga diriku sebagai seorang muslimah, kuat untuk menjauhi segala kesedihan yang tak berguna, dan kuat dalam menjalankan segala yang Kau perintahkan. Aamiin.....
Kan ku tunggu rencana-rencana indah-Mu yang lainnya, Ya Allah...